Pekerjaan apa yang paling berbahaya dan beresiko? Guru!

Posted on Thursday, June 25, 2009

Menurut penelitian, meja yang paling banyak bakterinya adalah meja guru. Menurut riset dari University of Arizona yang meneliti resiko yang dihadapi oleh berbagai profesi maka profesi gurulah yang paling rentan. Guru menghadapi bakteri dan kuman enam kali lebih banyak dibanding profesi yang lain misalnya akuntan yang ada di peringkat kedua serta keyboard computer guru 27 kali lebih banyak bakterinya dibanding profesi lain. Bagaimana dengan mousenya? Enam kali lebih banyak.

Kenapa demikian? Alasannya karena meja siswa di ruang kelas adalah meja yang paling kotor atau paling jorok atau bahasa Melayunya paling teruk. Siswa yang tidak menjaga kebersihan tentu saja akan menempelkan bakteri ke mejanya. Belum lagi kalau mereka berolah raga, berkeringat dan setelah beraktifitas di luar kelas pasti akan masuk dengan membawa bakteri. Tangan yang berkeringat dan menempel di meja akan membuat bakteri dan kuman nempel dengan "posisi uenaknya" alias mantapnya di meja siswa. Lalu bayangkan saat kelas selanjutnya dimulai, sang guru akan berkeliling dan seperti biasa akan menyentuh meja siswa maka terjadilah migrasi kuman dan bakteri dalam sekejap. Selanjutnya guru mengusap wajahnya karena mungkin kecapean ngajar, maka bakteri dan kuman kembali menempel di tempat baru yaitu di wajah dan langsung mengarah ke liang hidung atau masuk lewat pernafasan. Saat kembali ke meja kerjanya, guru membawa bakteri dan kuman ber-reuni di meja kerjanya.

Siswa yang iseng dan jorok juga bisa menjadi masalah dan menambah penderitaan bagi guru. Siswa apalagi yang habis ke toilet dan tidak mencuci tangannya dengan bersih tentu saja semakin menambah kuman dan bakteri dalam jumlah yang lumayan. Kalau ada siswa yang iseng misalnya ngupil lalu ditempelin ke bawah meja, ihhh tapi ini kenyataan kan? Akan menambah kejorokan di meja siswa. Atau contoh lain ada siswa yang lagi pilek dan saat bersin tidak menutupinya dengan sapu tangan atau saat hidungnya meler tidak mau dibuang lendirnya tetapi hanya dilap dengan tangan, maka bakterinya akan nempel dengan enak di mana-mana.

Guru beresiko besar karena gurulah yang paling guru sering melakuka kontak dengan siswa misalnya menerima kertas hasil ulangan siswa atau hasil kerja siswa, berbicara dengan siswa dan mengecek siswa saat siswa sedang berada di belakang mejanya mengerjakan tugasnya. Guru juga menerima buku PR siswa atau tugas/project siswa yang dikerjakan di rumah, padahal bisa jadi sekeluarganya kena pilek dan lagi-lagi guru menyambut hasil tugas siswa plus-plus. Plus kuman maksudnya.

Guru juga beresiko saat musim flu dan siswa pasti akan bergantian menebarkan virusnya di ruang kelas. Guru yang ada di ruangan ber-AC menjadi ruangan yang empuk untuk peredaran bakteri. Guru menjadi penerima dan penampung virus serta bakteri di kelasnya. Menurut para peneliti, pada saat musim flu maka setengah dari benda-benda yang ada di ruangan kelas terdapat virus influenza di atasnya. Tentu saja guru tidak mungkin pakai masker di kelas, kalau pakai masker bagaimana dia bisa bercuap-cuap?. Waktu saya ngajar, ada dua teman saya keduanya guru ketularan cacar air dari muridnya. Cuti deh seminggu lebih gurunya.

Inilah top ten profesi yang menghadapi banyak kuman dan bakteri:

1. Teacher/Day Care Aide
2. Bank Employee/Cashier
3. Tech Support/Computer Repair
4. Doctor/Nurse
5. Lab Scientist
6. Police Officer
7. Animal Control Officer
8. Janitor/Plumber
9. Sanitation Worker
10.Meatpacker


Sumber:Down and Dirty: Ten Most Germy Jobs
From Meatpacking to Teaching, Some Professions Come With More (Cold and Flu) Microbes
By JOSEPH BROWNSTEIN
ABC News Medical Unit

Continue Reading

Comments (2)

Liburan ngapain ya

Posted on Wednesday, June 24, 2009

Biar hemat, ya di dalam kota aja sih. Hm mau pergi-pergi tapi mesti beres-beres rumah karena mau pindahan. Maklum, kontraktor jadi pindah-pindah terus, tiap tahun lagi. Hm, ngepak-ngepak, angkat-angkat, cape deh. Tapi mau gimana lagi.....Mudah-mudahan suatu saat bisa stay dan tidak lagi menjadi pengembara di kota Jakarta ini.....

Continue Reading

Comments (0)

Dalam Renovasi

Agar tampilannya lebih up to date, maka dengan berat hati template ini saya ganti dengan template Digital Statement. Sebenarnya template sebelumnya adalah template favorit saya, WP Polaroid, template yang termasuk sejuta umat karena banyak yang ngefans dan memakainya. Selamat tinggal wp polaroid dan selamat datang digital statement. O ya alasan lain saya memakai template baru ini karena ada fitur smooth gallery slideshownya yang keren. Ok deh, walaupun belum komplit, tetapi udah bisa diliat-liat. Enjoy

Continue Reading

Comments (0)

Humor Guru DH

Posted on Tuesday, May 19, 2009

 menulis topik-topik yang cukup berat, sekarang saya mau tampilkan topik yang ringan, yangt segar dan yang lucu biar enggak stress

Part 1
Mengapa di Sekolah Dian Harapan banyak terjadi miskomunikasi?

Jawabannya : Karena banyak "Miss"nya (sebutan untuk guru wanita di Sekolah Dian Harapan)

Part 2
Sewaktu mau membuat project Yearbook, saya bertanya kepada seorang siswa Grade 9: "Kamu bisa pake Photoshop, nggak?" (Photoshop adalah program editing photo).
Siswa Grade 9 :"Bisa, Sir!"
Saya : "Kamu bisa apa di Photoshop?"
Siswa Grade 9 : "Saya bisa mutilasi!" jawabnya dengan mantap.
Saya :"Ha? Mutilasi?" (Saya sudah membayangkan yang enggak-enggak, tapi saya lalu menenangkan diri dan bertanya kembali).
Saya:"Maksudnya manipulasi khan? manipulasi foto?"
Siswa Grade 9: "Ya, itu maksud saya".
saya:"Mutilasi kok bisa jadi manipulasi, nggak ada mirip-miripnya sebenarnya".


Part 3
Waktu lagi musism banjir di Jakarta yakni bulan Februari, saya iseng-iseng sms teman saya dan menanyakan satu hal. Kalau terjadi banjir di rumah kamu, hal penting apa yang akan kamu selamatkan?
Dia mereply saya demikian: "Buku Stepping Stone, buat pijakan kalau banjir!"

Part 4
Based on true story.
Waktu itu di akhir acara briefing Fire Drill saya bertanya kepada teman di samping saya yaitu Mr. Samuel,"Kalau seandainya terjadi kebakaran, hal penting apa yang akan bapak selamatkan? Apakah laptop?". Saya tahu dia memiliki laptop.
Dia menjawabnya,"Saya akan menyelamatkan artikel PD saya".
Saya tidak mau kalah, saya menjawab,"Sebagai guru CB saya akan menyelamatkan Alkitab plus Daily Plan saya".

Part 5
Saat berikutnya berlanjut dengan Team Teaching, saya bertanya kepada teman saya Mr. Theo sebagai guru Biologi. Dia seorang yang bertubuh tinggi besar, jadi pertanyaanya saya ubah dari apa menjadi siapa. "Siapa yang akan Bapak selamatkan?"
Dia menjawab dengan tenang sesuai ciri khasnya,"Saya akan menyelamatkan diri saya." "Lho? Alasannya?" tanya saya.
Dia menyahut,"Karena tubuh saya berharga, saya khan guru Biologi dan tubuh saya ini menjadi alat peraga Biologi. Alasan yang kedua, karena saya belum married, he he"

Continue Reading

Comments (3)

Chat Box

Photos from our Flickr stream